
Pernahkah kamu duduk di depan laptop atau memandangi layar ponselmu, jemari sudah siap di atas
keyboard, tetapi tiba-tiba seluruh ide di kepala menguap begitu saja? Kamu ingin sekali menulis, ingin punya buku sendiri, tetapi bisikan di dalam hati selalu menghentikan langkahmu.
"Memangnya tulisanmu bagus? Memangnya kamu sanggup menulis ratusan halaman sendirian?"
Kalau kamu pernah atau sedang merasakannya, tenang! Kamu tidak sendirian. Rasa ragu dan tidak percaya diri adalah hal yang sangat wajar bagi seorang penulis pemula. Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung mendaki gunung yang tinggi sendirian dengan menulis buku solo. Ada satu jalur masuk yang sangat ramah dan terasa ringan untuk memulai langkahmu, yaitu melalui
Buku Antologi.
Sebuah Kilas Balik di Tahun 2017: Saat Aku Memulai
Sebelum kita bahas lebih dalam, aku ingin mengajak kamu mundur sejenak ke tahun 2017. Saat itu, aku bukanlah siapa-siapa di dunia literasi. Aku hanyalah seorang ibu yang hatinya sedang berkecamuk, cemas, dan sarat akan emosi karena mendampingi anakku yang sedang berjuang melawan sakit. Rasanya ada banyak sekali bongkahan rasa di dada yang jika tidak dikeluarkan, akan membuatku sesak.
Aku ingin bersuara, aku ingin mengabadikan perjuangan kami, tetapi aku tidak tahu bagaimana cara menerbitkan buku sendirian. Menulis satu buku utuh di tengah kondisi mental dan fisik yang lelah jelas terasa mustahil.
Hingga akhirnya, aku menemukan sebuah celah kecil bernama proyek buku antologi. Aku memberanikan diri mengirimkan satu draf tulisan pendek. Sebuah cerita dan tumpahan rasa dari sudut kamar saat anakku terlelap. Ketika buku itu akhirnya terbit, memeluk buku fisik pertama yang di dalamnya ada nama dan goresan takdirku adalah momen yang mengubah hidup. Jalur antologi itulah yang membantu menyelamatkan kewarasanku sekaligus resmi membuka karier menulisku hingga hari ini.
Mengapa Buku Antologi Sangat Cocok untuk Kamu?
Jika aku di tahun 2017 bisa memulainya di tengah kondisi hati yang tak sepenuhnya sedabf baik-baik saja, kamu pun pasti bisa. Ini adalah beberapa alasan logis mengapa proyek menulis bersama ini adalah batu loncatan terbaik untuk penulis pemula:
-
Beban Menulis yang Jauh Lebih Ringan
Menulis buku solo sepanjang 100 atau 150 halaman bisa terasa sangat melelahkan bagi seorang Penulis Pemula. Namun, dalam buku antologi, kamu hanya diminta menyumbang satu bab atau satu tulisan pendek berkisar 3 sampai 5 halaman saja. Jauh lebih mudah dipenuhi, bukan?
-
Adanya Proses Kurasi dan Mentoring
Biasanya, proyek antologi dikelola oleh seorang Penanggung Jawab (PJ) atau kurator. Artinya, tulisanmu tidak akan dibiarkan sendirian. Ada proses kurasi yang membuat kamu belajar secara langsung bagaimana standar tulisan yang layak terbit. Ini seperti kelas menulis gratis!
-
Investasi Waktu dan Biaya yang Minim
Proses penerbitan buku mulai dari
editing, tata letak, desain sampul, hingga pengurusan ISBN ke Perpustakaan Nasional ditanggung bersama-sama atau dikelola oleh penerbit. Kamu tidak perlu pusing memikirkan biaya produksi yang besar sendirian.
-
Membangun Komunitas (Networking)
Menulis sering kali menjadi aktivitas yang sepi. Dengan ikut antologi, kamu akan masuk ke dalam grup berisi puluhan penulis lain yang memiliki frekuensi sama. Di sini kamu bisa saling belajar, bertukar pembaca, dan saling mendukung saat buku terbit nanti.
Lebih dari Sekadar Buku: Ruang untuk Menyembuhkan
Selain aspek teknis dan karier, ada satu hal menarik dari buku antologi yang selalu membuatku jatuh cinta, yaitu
kekuatan berbagi ruang cerita. Seperti ceritaku di tahun 2017 tentang anakku, menulis bertema bersama orang lain memberikan efek terapeutik (
healing writing).
Saat lembar demi lembar buku antologi itu menyatu, kamu akan menyadari bahwa lukamu, perjuanganmu, atau pemikiranmu ternyata beresonansi dengan orang lain. Kamu tidak lagi merasa berjuang sendirian di dunia ini. Bagi pembaca, kumpulan tulisan yang kaya sudut pandang itu akan menjadi pelipur lara yang luar biasa.
Langkah Pertama yang Perlu Kamu Ambil Sekarang
Jadi, tunggu apa lagi? Jika kamu memiliki impian untuk melihat namamu tercetak di sampul sebuah buku, mulailah berburu proyek antologi yang tepercaya. Cari tema yang paling dekat dengan hatimu saat ini. Apakah itu tentang penerimaan diri, perjuangan hidup, atau peran sebagai perempuan.
Lepaskan dulu beban untuk menjadi sempurna. Izinkan dirimu berproses, belajar dari kesalahan, dan tumbuh bersama penulis lainnya. Setiap penulis besar yang kamu kagumi hari ini, dulunya adalah seorang pemula yang berani mengambil langkah pertama mereka.
Yuk, jemput buku pertamamu lewat jalur antologi. Aku tunggu karya hebatmu, ya! Jika kamu ingin aku bantu menerbitkan buku antologi bisa hubungi
aku di sini ya.
Setiap penulis besar dulunya adalah seorang pemula yang berani mengambil satu langkah kecil. Jangan tunggu mahir untuk melahirkan sebuah karya; mulailah menulis, dan izinkan prosesnya mendewasakan jemarimu