New Logo
Saat Mereka Terlalu Berisik

"Mereka itu siapa? kamu menyakiti diri gimana lagi?" tanyaku karena di sesi pertama dia cerita kalau dirinya punya kebiasaan menyakiti diri seperti menggores tangan, membenturkan kepala, atau memukul anggota tubuh saat pikirannya tak terkendali.

"Mereka itu pikiran aku, mereka selalu ribut dan berteriak aku tidak pantas bahagia. Sampai tadi malam aku mau menusuk tangan dengan pisau, tapi aku denger suara kamu Kak, suruh aku melawan kalau lagi gila. Aku buang pisaunya dan mengunci diri di kamar."

Kejadian ini bukan hanya sekali terjadi. Katanya, sudah bertahun-tahun dan dia selalu berhasil menyakiti diri. Lalu, berujung menyesal.

"Kamu hebat, semalam kamu udah mulai bisa mengendalikan diri. Jadi, kenapa semalam pikiranmu berulah lagi?" tanyaku.

"Aku abis jalan sama teman-teman lama, terlalu asyik sampai aku lupa waktu dan tertawa membicarakan banyak hal."

Bagi orang 'normal' kegiatan itu hal yang sangat wajar. Tapi, luka masa lalu membelenggu hingga merasa dirinya tak layak bahagia. Jadi, ketika dia mulai merasa nyaman dan tertawa, pikiran negatifnya mulai menyerang. Singkat cerita, masa kecil dia dipenuhi dengan perjuangan ekonomi dan keharmonisan keluarga yang tidak stabil sehingga keluarga besarnya selalu 'menyepelekan'. Di alam bawah sadarnya tertanam, jika dirinya tak layak untuk bahagia.

"Jadi, gimana sekarang perasaan kamu?" tanyaku lagi.

"Merasa bodoh," jawabnya lirih.

"Kamu hebat, kamu cerdas. Buktinya kamu bisa berkarir di tempat yang gak biasa. Banyak perempuan yang ingin kerja di tempat kamu," sahutku berharap di dengar dengan baik. Dia hanya terdiam, lalu bercerita tentang masa lalunya.

Giliran aku yamg terdiam menyimak. Di akhir sesi dia tertawa tanpa beban. Ternyata, bercerita masa lalu tidak semengerikan itu jika patner ceritanya orang yang tepat. Dia hanya butuh didengar saja, tanpa dihakimi dan dinasihati ini itu. Tak mudah memang, tapi percayalah setiap orang yang diberikan masalah pasti Allah sekaligus instal aplikasi problem solving dalam dirinya. Tinggal bagaimana terus belajar dan mengulik untuk optimalisasi aplikasinya.

Semangat bahagia yaa

Kamu berharga

Kamu LAYAK BAHAGİA